Ketika sesuatu terasa sulit untuk dimengerti, Bacalah!
Ketika sesuatu itu sulit untuk diucapkan, Tulislah!

.

Menjadi apa yang diinginkan

Sabtu, 18 Februari 2017 - 16.19.00

Merencanakan masa depan, menjadi apa yang diinginkan. Foto : google.com


Masih ingat waktu kecil dahulu. Ketika seorang guru menanyakan sesuatu. " Hendak menjadi apa nantinya? ".  Dengan semangat yang menggebu, kita menjawab dengan polos dan lugu. Polisi, Insinyur, Guru, Pilot, Astronot, dan berbagai jawaban yang mungkin apa yang kita ucapkan belumlah tahu.

Coba ulang, pertanyaan itu kembali ditanyakan kepadamu. Masihkah jawabannya tetap seperti dahulu? Apakah seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita pun berlalu. Atau pertanyaan itu hanya bisa kita jawab dengan diam dan membisu. 

Jika masih tetap pada cita-cita, pertanyaan akan berlanjut. Sudah sejauh apa kita meraihnya? Apakah sudah mendapatkannya?

Jangan-jangan kita melupakan hal itu.
Jangan-jangan kita menjalani tanpa tujuan tertentu.

Mari kita mulai merencanakannya kembali. 
Merencanakan apa yang kita inginkan agar kita tahu tentang apa-apa yang akan dan harus kita lakukan dalam mewujudkan rencana-rencana yang ada.
Sesudah merencanakan, bersiaplah akan sesuatu.
Bagaimanapun juga, akan ada kemungkinan dimana apa yang kita rencanakan tidak terwujud.

Bukankah rencana kita tidak lebih baik dari rencana Tuhan? Begitu sombongnya kita jika kita beranggapan rencana kitalah yang terbaik. Merencanakan sesuatu adalah lebih baik dari diam dan duduk termangu.

Kita dan semua orang sama, sama-sama memiliki ketakutan dan kekhawatiran pribadi tentang masa depan. Kita belum tahu akan seperti apa masa depan kita, bagaimana kita akan melanjutkan kehidupan, Tetapi selalu tersedia ruang untuk kita memilih bagaimana kita akan merespon suatu keadaan. Pada akhirnya, menjadi takut dan khawatir terhadap masa depan juga merupakan sebuah pilihan. Mengapa harus membuang energi yang tidak sedikit hanya untuk meninggikan takut dan khawatir, jika kita bisa memilih untuk tenang dan tetap percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.

Ciri-ciri orang yang bertumbuh dan merencanakan masa depan :
1. Bangun pagi, sebab dia memiliki cita-cita untuk dicapai setiap hari.
2. Fokus pada tujuan hidupnya, bukan pada jalannya, melainkan pada bagaimana cara menjalaninya.
3. Tidak iri dengan pertumbuhan hidup orang lain. alih-alih, ikut senang dan bahagia apabila ada orang lain yang meraih keberhasilan (dan justru terinspirasi untuk menjadi versi diri yang lebih baik).
4. Banyak bersedekah, sebab semakin menyadari bahwa apa yang dimiliki (harta, waktu, energi) bukan milik sendiri.
5. Semakin bertambah keimanan, ketakwaan, dan semakin bersyukur.

" Berdoa memang perlu, tapi kaki dan tangan juga harus bergerak harmoni, menyatu lalu menghasilkan sesuatu. Kalau cuma lidah dan air mata yang bersatu, itu namanya mengeluh ".

Ini bukan materi dari pemateri, tetapi hanya sebuah diskusi tentang kembali mengingatkan diri.

----------------------------------

Share :

----------------------------------

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Salmansyuhada