Ketika sesuatu terasa sulit untuk dimengerti, Bacalah!
Ketika sesuatu itu sulit untuk diucapkan, Tulislah!

.

Untukmu Yang Berulang Tahun Hari ini

Kamis, 17 Maret 2016 - 21.51.00

Senang memang ketika kita dapat menjumpai bulan kelahiran,
tepat pertama kali untuk mengenal dunia.

kamu mengawali dengan tangisan kerasmu.
Pertanda begitu buruknya dunia yang akan kamu hadapi.
namun ada raut wajah kebahagian disaat tangismu belum reda itu.

Pada saat itu resmilah,
seorang laki-laki menjadi ayah,
dan seorang wanita menjadi ibu.


Kamu memang belum dapat melihat dengan jelas raut muka bahagia itu,
karena tubuhmu masih penuh dengan noda.
Raut muka bahagia itu terkadang masih menahan perih dari perjuangan hidup dan matinya.
Raut muka bahagia itu juga datang dari ia yang meninggalkan tugasnya saat mengetahui kamu akan hadir. Berharap-harap cemas, agar keduanya dapat selamat dan mengisi hari-hari lelahnya.
Pada saat ia melihatmu, ada harapan yang ia tanamkan padamu.


Sebagai seorang ayah, ia datang mendekat ke telingamu.
Memulai dengan suara lembutnya menandungkan azan.
Itulah lelaki pertama di dunia yang mungkin engkau cintai.

Sebagai seorang ibu, ia rela meninggalkan tidur nyenyaknya,
demi menjaga kamu agar dapat tidur dengan nyaman.
Itulah wanita pertama di dunia yang mengajarkan arti dari rasa nyaman.

Dari waktu itu, segala kerja keras dan jerih payahnya hanya untukmu.
ya... hanya untuk memenuhi kebutuhanmu.

Waktu terus berjalan,
tanggal berulang, dan bulanpun berulang.
Tapi sadarkah? Jika tahun tak kan pernah berulang?
Ia terus bertambah dan menjadi waktu untuk masa lalumu.

Kini lihatlah dirimu,
Telah dapat memandang dengan baik,
Mendengar dengan jelas,
dan Menentukan mana yang baik untuk diperbuat atau tidak.

Berbahagialah, jika saat ini kamu masih dapat berkumpul dengan mereka.
Buatlah mereka lebih bahagia melihatmu saat ini.
Ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendukungmu dan
membuatmu lebih berarti.

Bersyukurlah, masih diberikan kesempatan untuk menikmati waktu yang terus berkurang.
Masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Dan nanti jika suatu saat waktumu telah habis,
kamu telah meninggalkan kesan yang tidak mereka jumpai lagi.
Harapannya, lahir dengan tangis dan kembali dengan senyum.

Coba tanyakan pada dirimu,
apa yang telah kamu perbuat kepada mereka?
sudahkah menjadi apa yang mereka inginkan?
Waktu tidak akan lama lagi,
Sebelum kamu atau Ia yang akan tiada.

*SalmanSyuhada

----------------------------------

Share :

----------------------------------

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Salmansyuhada