Ketika sesuatu terasa sulit untuk dimengerti, Bacalah!
Ketika sesuatu itu sulit untuk diucapkan, Tulislah!

.

Aku Yang Sama Denganmu, Tetapi Aku Bukanlah Sepertimu

Selasa, 08 Maret 2016 - 12.00.00

Selayaknya anak TK aku berjalan riang melalui hari ku, dengan pesona yang tersebar tanpa aku sadari kemana pun aku melangkah. Menjadi Leader fashion, hanya karena aku mengikuti apa yang aku inginkan. Memimpin teman-temanku dengan kebijaksanaan bak seorang Raja. Terlalu banyak pencitraan dan menjaga image seperti bangsawan. Seperti aku di fikiran orang di sekitar ku.


Dengan semua opini yang di tujukan pada ku, hati kecil ku terdiam dalam kegelapan, mencoba bertahan dari getir yang terus ku kecap yang meresap dalam sukma. Seperti sebuah ruangan kosong yang meminta diisi namun menolak apa saja yang dimasukan kedalamnya. Ketika aku lelah, aku mengabaikannya dan menganggap itu sisi gelap dari hidup ku.

Tak seperti manusia kebanyakan, yang menjalani hubungan semu yang disebut pacaran, aku tidak menginginkan hal seperti itu, bukan berarti aku tidak memiliki hasrat pada lawan jenis ku, bukan juga karena tidak ada yang mau dengan ku, Aku hanya berfikir kebanyakan orang dengan hubungan semu seperti itu memiliki kualitas hidup yang tidak sama dengan aku, dan hubungan itu hanya membelenggu semua kebebasan dalam diri ku.

Pandangan ku terhadap lawan jenis ku sama seperti pandangan pada teman lelaki ku yang lain, tidak ada batasan. Berpegangan tangan dikala menghadapi masalah, dan berpelukan disaat ketakutan menjadi hal yang lumrah. Namun semua itu berubah, ketika aku melihat langkah kaki wanita muslimah dengan pakaian syar'i menutupi tubuhnya, seorang teman yang baru hadir dan memberi warna yang berbeda dalam hidupku. Dia seperti cerminan diriku hanya saja lebih teratur dan kalem.

Bisa dikatakan aku ini orang yang memiliki pantangan terhadap aturan yang membatasi ku, namun aku memiliki rasa yang lebih kepada mereka yang mentaati aturan dengan baik. Dia yang belum lama aku kenal membuat aku tertunduk malu, seperti ada sesuatu yang ingin keluar tapi tak dapat dikeluarkan. Kecantikan yang ada di dalam hatinya bisa terlihat diwajah dan prilakunya. Dia membuat batasan berdasarkan agama yang dipegang teguhnya, yang membuat ku resah dengan batasan ini. Seperti sebuah hidayah aku memutuskan untuk mendalami apa yang dipegang teguh oleh orang yang membuat aku seperti ini.

Banyak perubahan yang tejadi dengan ku, aku tak lagi menebar pesona sembarangan yang membuat seorang berharap pada ku, karena aku baru mengetahui betapa pedihnya sebuah pengharapan, akibat rasa kagum, penasaran, dan rasa ingin memiliki, di sisi lain, agama ku membuat batasan yang keras terhadap mereka yang bukan mahram ku. Apa yang aku pelajari ini membuat aku lebih mengerti tentang keindahan dan kepedihan dari sebuah pengharapan.

Dan kini aku lebih menjaga jarak dengan wanita yang membuat jantung ku berdetak kencang itu, aku lebih sering tertunduk malu di hadapannya, namun di hadapan tuhanku aku terang-terangan memintanya. Jarak yang terbentang memberi definisi rindu yang baru, Rindu adalah rasa sesak di dada ketika sebuah nama tak tersentuh oleh raga, jarak yang terbentang menjadikan sebuah doa sebagai ekspresi rindu.

Namun selayaknya pria, aku lebih memprioritaskan fikiran bebas ku dari pada mengikuti perasaan, tidak berarti aku membiarkan sesuatu yang dapat mengisi ruang hampa dalam hati ku pergi. Aku tidak akan membiarkan hati ku pergi kecuali fikiran ku tumbuh kaki dan mengikutinya. Mungkin saja, apa yang membuat aku jadi begini adalah bisikan doa wanita yang aku kagumi itu, dan memaksa aku memantaskan diri untuknya. Yang perlu aku lakukan sekarang hanyalah mendekatkan diri kepada Allah sisanya biarlah tuhan-ku yang mendekatkannya pada ku.


Penulis : L

----------------------------------

Share :

----------------------------------

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Salmansyuhada